The Naked Future

Dunia makin kecil atau manusia yang makin cepat

Sumber : https://youtu.be/8g3M1GDMboE

Alkisah, pada jaman dahulu, tepatnya masih jaman kerajaan-kerajaan di indonesia, dikisahkan bahwa jaman dulu sebagai moda transportasi adalah jalan kaki, pedati, kuda dan kapal laut, itu pun tanpa mesin. Dapat dibayangkan, berapa lama waktu yang diperlukan untuk perjalanan antara surabaya-jakarta dengan menggunakan alat transportasi diatas.

Coba kita berhitung, kendaraan tercepat saat itu adalah kuda. Saat berlari kencang, kuda memiliki kecepatan antara 40-48 KM/Jam. Dalam berhitung saya asumsikan kuda memiliki kecepatan yang stabil tanpa henti dengan 45 KM/Jam. Kita tahu, jarak antara Jakarta-Surabaya adalah 850 KM, artinya jika ditempuh menggunakan kuda tanpa henti dengan kecepatan rata-rata 45 KM/Jam, maka Jakarta-Surabaya ditempuh dalam waktu 19 Jam. Itu kalau jalannya seperti sekarang, relatif lurus, tak ada gangguan jembatan, dan kudanya tidak capek.

Jika merunut kisah Frank Hopkins pada 1886 mengendarai seekor Stallion bernama Joe sejauh 1800 mil dari Galveston, Texas ke Ritland, Vermont, kuda mampu berlari hanya 58 Mil/hari (93 Km/Hari). Artinya, jakarta-surabaya di tempuh dalam 9-10 hari berkuda.

Nggak bisa dibayangkan, berapa lama jakarta-surabaya kalau ditempuh pada jaman itu, dengan kondisi jalan yang masih melewati hutan belantara.

Satu lagi, kalau jaman dulu naik haji pakai kapal, kita sudah tahu, waktu yang diperlukan dari mulai berangkat sampai pulang kembali ke tanah air, diperlukan waktu 40 hari. Dengan asumsi di Mekah selama 10 hari, maka waktu perjalanan adalah 30 hari PP. Begitu lamanya.

Saat ini, dengan kemajuan dibidang transportasi, Jakarta-Surabaya dapat ditempuh selama 8-14 jam menggunakan bis atau kereta api, bahkan hanya 1 jam menggunakan pesawat. Orang naik haji dengan menggunakan pesawat, hanya membutuhan waktu 18-20 Jam PP. Begitu singkatnya.

Dari uraian diatas, dapat dibayangkan betapa susahnya jaman dulu kalau kita lihat dari sisi transportasi. Dan alangkah mudahnya untuk jaman sekarang.

Bahkan saat ini, dijaman yang serba cepat, makan pagi di Surabaya, makan siang di Singapura, kencan di Thailand. Itu hanya menunjukkan, betapa cepatnya perjalanan yang dapat kita lakukan di jaman sekarang.

Tinggal kita, apakah kita mampu mengikuti kemajuan jaman, atau kita akan tergilas oleh jaman itu.

Hanya kita yang bisa menjawabnya ? Bumi tetap seperti yang dulu. Jakarta-Surabaya, Mekkah-Jakarta tak berubah jaraknya. Tapi, Kendaraan yang kita naiki, itulah yang berubah.


penulis : vero

Comments

Popular Posts