The Naked Future

Taksi Terbang Masa Depan?

Sebuah Start-up Rahasia Joby Aviation telah selangkah lebih dekat untuk membuat taksi terbang menjadi kenyataan.


Perusahaan yang berbasis di California, membangun sebuah taksi terbang all-electric yang mampu melakukan take-off vertikal, telah menerima dana sebesar $ 100 juta (£ 70 juta) dari sekelompok investor yang dipimpin oleh Toyota dan Intel.  Uang tersebut akan digunakan untuk mengembangkan 'megadrone' yang bisa mencapai kecepatan 200mph (321kph) menggunakan baterai lithium nikel kobalt manganese oksida. 

Prototipe S2 Joby memiliki 16 baling-baling listrik, 12 di antaranya dirancang untuk take-off dan landing vertikal (VTOL), yang berarti tidak memerlukan  landasan pacu. Pesawat lepas landas secara vertikal, seperti helikopter, sebelum melipat 12 baling-balingnya sehingga bisa meluncur seperti pesawat begitu mengudara.



Prototipe terbaru Joby Aviation konon mampu mencapai kecepatan dua kali lebih cepat dari sebuah helikopter, begitu baling-balingnya dilipat, bentuknya mirip peluru aerodinamis.

Menurut Bloomberg, dengan dukungan motor listrik dan kontrol perangkat lunak yang canggih, kendaraan ini merupakan persilangan antara pesawat tak berawak dan pesawat kecil 'menghasilkan suara seperti segerombolan lebah'.

Prototipe S2 Joby terlihat seperti dirancang untuk James Bond, namun pesawat pribadi ini ingin mengubah cara kita melakukan perjalanan.

Menurut JoeBen Bevirt, CEO Joby Aviation,  "Jika kita bisa membuat pesawat terbang yang tenang, aman, dan efisien,  dengan kecepatan sampai lima kali lipat dari kendaraan sperti mobil, maka secara radikal akan mengubah hidup anda". 

Bevirt percaya, suatu hari nanti  S2 Joby, akan memenuhi kota dan sebagai alternatif mengurangi kemacetan.




CEO Joby Aviation mengatakan bahwa pelanggan akan dapat memanggil taksi udara terdekat dengan menggunakan aplikasi smartphone, mirip dengan Uber atau Lyft, apabila nantinya perusahaan ini sudah beroperasi. Bevirt mengatakan bahwa dia menginginkan setiap kantor dan hunian residensial untuk memiliki landasan pendaratan di tahun-tahun mendatang. Sayangnya, CEO Joby Aviation belum mengatakan secara pasti kapan perusahaan ini akan beroperasi.


Artikel Asli




Comments

Popular Posts